Sebuah tulisan singkat

Post ini aku tulis di markas alien UI. Sebelum aku tidur di sini, aku mau cerita sebentar. Hari ini ada acara I-RING, acara yang diselenggarakan oleh BEM FIB UI dalam rangka mempererat hubungan alumni dan mahasiswa. Acaranya dimulai dari hari Kamis. Untuk detail acara, aku akan menulisnya nanti.

Acara ini istimewa bagiku karena untuk pertama kalinya bakatku di bidang desain grafis dihargai. Aku mendesain poster, baliho, pin, dan tiket door prize. Alhamdulillah, teman-teman panitia I-RING menyukai desainku.

Selain itu, acara ini istimewa karena aku ditawari pekerjaan mendesain oleh project officer-nya langsung. Tentu saja aku senang. Tadinya aku pikir aku hanya berkontribusi dalam membuat logo. Ternyataaaaaa….. Ujung-ujungnya aku jadi staf HPD! Capek sih, tapi aku senang aku dapat pengalaman baru dan teman baru di acara ini.

Salah satu pengalaman yang menarik adalah aku melakukan sebuah “kegilaan”. Aku mendapat jarkom dari salah satu panitia kemarin. Dia bilang seluruh panitia harus datang jam 5 pagi. Aku langsung panik dong. Rumahku jauh dan aku berniat membawa sepeda. Setelah memikirkan matang-matang, aku memutuskan bersepeda ke FIB jam 4 pagi. Orangtuaku khawatir saat melihatku sudah mandi dan rapi. Mereka bilang, “Kamu mau ke mana? Mau ngapain?” Aku jawab saja aku ada acara fun bike di FIB dan aku adalah panitianya. Untunglah mereka mengizinkanku pergi.

Ban sepeda sudah dipompa. Helm sudah dibawa. Masker sudah dipakai. Aku berangkat dari rumah jam 4.20 pagi. Saat itu benar-benar sepi dan gelap di komplek perumahanku. Hanya ada segelintir orang. Aku takut, sangat takut. Saking takutnya, aku berdoa aku tidak dibunuh atau diperkosa di tengah jalan.

Walaupun aku sempat takut, aku sangat menikmati perjalananku. Jalanan sepi. Aku bisa bersepeda di tengah jalan seolah-olah aku adalah penguasa Tole Iskandar.

Aku tidak menyesal bersepeda saat itu. Untuk pertama kalinya, aku bersepeda di bawah langit berbintang dan cahaya bulan. Selama aku bersepeda ke UI, aku belum pernah melihat pemandangan indah seperti itu. Yah… Kadang ada hal yang indah saat kau melakukan sebuah hal yang “gila”.

Aku sampai di UI jam 5. Suasananya yang sepi dan gelap mengingatkanku pada cerita hantu yang sering beredar di UI. Dari balairung sampai FIB, aku menambah kecepatan sambil berdoa. Tiba di FIB, aku menjadi panitia yang pertama kali datang. Hohohoho. Padalah rumahku di Jalan Raya Bogor dan aku bersepeda dari rumah ke UI selama 40 menit.

Kegilaan hari ini memang kegilaan yang paling gila yang pernah kulakukan, tapi aku tak merasa menyesal. Kenapa? Karena aku sudah membuktikan bahwa aku adalah ultimate female biker.

Get blue soon, water vessel

Lima hari yang lalu, aku pergi ke Jalan Juanda, jalan penghubung Jalan Raya Bogor dan Jalan Margonda. Aku pergi ke sana pagi-pagi (naik sepeda pula) untuk bantu teman-teman jurusanku menjual baju.

Saat aku pulang, aku melihat ada orang yang menjual hydrangea! Aku gak pikir lama. aku langsung mengerem sepedaku dan bertanya sama penjualnya.

Aku: (sambil menunjuk) Pak, itu berapa harganya? (・∀・)

Penjual tanaman: 20.000 aja, mbak. ( ̄▽ ̄*)

Aku: (berpikir agak lama) Ya udah. Saya beli deh. ヾ(@°▽°@)ノ

 Penjual pupuk: Gak sekalian pupuknya, mbak?   ( ̄▽+ ̄*)

Aku: Berapa, pak?  (。・ε・。)

Penjual pupuk: Sepuluh-ribu tiga, mbak.   ( ̄▽+ ̄*)

Aku: Err…  ( ̄^ ̄)  Iya, pak. Boleh deh…   (  ̄o ̄;)

Akhirnya, aku naik sepeda dari Jalan Juanda, melewati Jalan Raya Bogor dari KM 31 sampai 36 sambil membawa bunga, pupuk, pot, burger, dan tas.

Uwaa~ Bunganya udah mulai biru. ヾ(@°▽°@)ノ

Daigakuen no Nikki part 12: I just want 300,000

Hari ini Rina bersepeda ke kampus!!! :D Rina agak pegel karena Rina sudah lama gak bersepeda. Untunglah hari ini hanya hujan rintik-rintik saat sore hari.

Rina bersyukur Rina gak telat masuk kelas Fonologi jam 8. Rina udah panik di jalan karena takut.

Setelah Fonologi, Rina kembali bertemu dengan kuliah Kemahiran Bahasa Indonesia. Bedanya dengan semester ini adalah kuliah ini lebih memfokuskan kemahiran lisan.

Karena Rina dan teman-teman keluar lebih cepat, Rina dan Rara pergi ke gedung 9 untuk melihat-lihat Sinofest. Setelah itu, kami ke perpustakaan FIB dan makan siang.

Sayangnya… Rina masih ada kuliah MPKT… :’(

太陽と僕が描くSTORY

Oke.. Setelah berminggu-minggu tidak berolahraga, aku bersepeda ke UI (lagi) bersama Asti.

Seperti biasa, kami janjian jam 6 pagi. Setelah itu, kami makan bubur di dekat pintu masuk UI di Pondok Cina. Lumayanlah untuk mengisi perut. Setelah itu, kami menunggu Fathia di halte dekat balairung. Fathia datang bukan untuk olahraga bareng aku dan Asti, tapi dia mau liat pembagian kelas OBM (Orientasi Belajar Mahasiswa). Daftar pembagiaannya ada di belakang balairung (dekat jalan ke arah rektorat). Tiba-tiba, Asti bilang bahwa kita bisa lihat pembagian kelas OBM di website KAMABA UI. Kasian, Fathia. Jauh-jauh dari Pasar Minggu (sebenarnya Pasar Minggu deket sih. Cuma naik Miniarta 04 atau 03.) cuma buat liat pembagian kelas OBM. Tapi, biarlah. Kapan lagi dia bisa jalan-jalan ke UI pagi-pagi? :B

Setelah Fathia lihat, kami bertiga jalan ke luar balairung. saat jalan, aku liat anak-anak Komunikasi FISIP tahun 2009 lagi jualan bubur di dekat balairung. Kebetulan ada temanku dari SD, Dennie. Dia langsung nawarin kami (lebih tepatnya aku aja) untuk beli buburnya. Aku bilang ke Dennie kalau aku mau keliling UI dulu baru beli bubur dia.

Tadinya, Asti mau langsung pulang. Tapi, karena dia ketemu Lisdha dan keponakannya, dia gak jadi pulang. Mereka bertiga malah main bulutangkis.

Aku keliling UI setelah berpisah dengan mereka. Aku harus keliling karena aku lupa letak FE. Soalnya, kelasku saat OBM ada di FE.

Setelah keliling, aku menepati janjiku ke Dennie. Aku makan bubur lagi di tempat anak FISIP jualan. Mereka jualan untuk menambah dana buka puasa. Mereka bilang, saat angkatan 2008 mengurusi ospek maba angkatan 2010, angkatan 2009 cari dana.

Buburnya lumayan enak walaupun agak panas.

Habis makan, aku ketemu lagi sama Asti dan Lisdha yang lagi main bulutangkis sama keponakannya. Saat itu, anak-anak FKM datang dan nawarin air mineral dan kue. Aku ketemu lagi sama teman-temanku alumni SMANSA dari FKM. Kayaknya dari kemarin (lebih tepatnya sejak latihan padus) aku ketemu banyak teman-teman dari SMANSA. Yah.. Bukan masalah lah.

Akhirnya, aku pulang. Aku melewati Jalan Juanda yang padat seperti biasa. Padatnya Juanda bukan karena banyak mobil dan motor, tapi karena adanya pasar kaget yang jualan di pinggir jalan! Makanya aku sebel kalau aku lewat Juanda. Kekesalanku bertambah saat aku istirahat sebentar untuk minum, botol air mineralku hilang (Rasanya aneh kalo aku bilang botol air mineral. Habisnya, gak boleh sebut merk.).

Aku tetap melanjutkan bersepeda dan mencari warung supaya aku bisa beli air minum. Aku menemukannya di Depok dua. Walaupun cuma 240 ml, setidaknya aku gak begitu dehidrasi.

Shiny Sunday~

Seperti biasa, kemarin Rina bersepeda ke UI. Di sana, rina ketemu teman-teman Rina: Dinar, Ari, Farah, dan Ardi. Kebetulan Farah bawa raket dan shuttlecock,. Jadi Rina sama Ardi main bulutangkis. (Farah jalan-jalan pake sepeda Rina)

Saat kami main, kebetulan ada mahasisiwi-mahasiswi D3 UI lagi jalan di dekat tempat Rina sama Ardi main bulutangkis. Terus, shuttlecocknya kena salah satu mahasiswi itu. (Rina inget banget kena cewek yang pakai jilbab hitam) Rina spontan langsung deketin dan minta maaf. Mereka langsung bilang gak apa-apa. Dan Rina kaget dengan kejadian yang terjadi selanjutnya.

Rina langsung ditawarin donat J-Co. (-_-);  Rina awalnya mau nolak. Tapi, karena merasa bersalah, akhirnya Rina beli deh.  (padahal shuttlecocknya kena mbak itu pas Ardi lagi mukul, harusnya Ardi yang beli tuh… -3-) Kebetulan Farah baru balik abis jalan-jalan pake sepeda, Farah langsung ditawarin sama mereka. Dengan sedikit provokasiku dan Ardi, akhirnya dia beli juga… (Maaf ya, Farah ^_^;)

Minggu pagi yang tidak biasa…

Carry me away, mountain breeze!

Hari ini aku bersepeda di UI bareng Asti dan Icha. Di sana kita ketemu Dedi, Dinar, Ari, dan Taufik. Sayang… Empat cowok itu gak bawa sepeda… Padahal enak kalau keliling UI bareng-bareng.

Aku janjian sama Asti dan Icha di halte dekat balairung. Setelah itu, kami makan bubur di dekat palang kereta dekat Stasiun Pondok Cina. Di sana ada kejadian yang menghebohkan!

ADA KOMPOR MELEDAK!!!

Kami bertiga kaget. Kami langsung mengambil sepeda dan menjauh. Sayangnya, orang-orang hanya melihat, gak ada yang cari pertolongan. (sebenarnya apinya gak begitu gede, tapi minimal ada yang inisiatif nolong kek… -3- Buuu~~~)

Karena selama lebih dari 5 menit gak ada yang mau bantu, aku langsung ke Fakultas Hukum buat cari tabung CO2 (yang biasa dipakai kalo ada api yang ada di gedung-gedung). Kata penjaga FH (kayaknya aku nanya staf + satpam), ada tabung gas pos satpam dekat tempat kejadian itu.

Akhirnya, aku balik lagi ke tempat itu. Dan ternyata, apinya udah padam… -________________________-;

Ngomong-ngomong, hari ini aku melihat Gunung Salak saat aku naik sepeda. Aku melihatnya di Margonda, Jalan Samudera, dan Jalan Tole Iskandar (dekat Griya Lembah Depok). Sayang, kamera HP-ku rusak. Jadi aku gak bisa foto deh… -3- Buuu~~~~

————————————————————————————————-

Oya. Morning glory di dekat Stasiun Pondok Cina udah layu. Jadi, aku gak bisa lihat pemandangan yang asri lagi tadi pagi… -3-

————————————————————————————————-

Edit: Seperti yang dibilang Asti, ternyata kebakaran itu terjadi bukan karena kompor meledak. Tapi karena selang terbakar… -_-

The ultimate female biker

Hari ini aku bersepeda ke sekolah. Capek sih, tapi aku senang. Setidaknya aku pernah bersepeda ke 109 walau cuma sekali. Hmmm…. Kenapa aku gak naik sepeda dari kelas XI ya? Agak menyesal juga nih. Soalnya aku baru bersepeda ke sekolah selama SMA baru satu kali dan itu pun saat aku hampir lulus. Tapi gak apa-apa, yang penting aku pernah melakukan hal yang segila ini.

Kali ini aku pakai sepeda Bridgestone. Lumayan berat! Dahon Curve D3 masih lebih ringan daripada Bridgestone. Mengayuhnya butuh perjuangan! Apalagi saat aku melewati Jalan Juanda yang tanjakannya curam. Hhhh…. Rasanya sangat melelahkan. Apalagi aku melewati Jalan Juanda saat matahari masih di atas kepala.

Tiba-tiba aku teringat aku pernah bersepeda ke sekolah saat aku kelas 2 SMP. Itu juga ada alasannya sih. Bia dibilang alasan yang sangat konyol.

Continue reading

35 km

Hari ini aku membuat rekor baru. Aku naik sepeda dari rumah ke Ragunan. Aku udah lebih dari 5 kali hampir ketabrak motor… -___-;

Oya. Aku ke Kebun Binatang Ragunan bareng Asti, Lisdha, dan Mauli. Kita berempat naik sepeda keliling Ragunan. Pulangnya, kita makan di Boloo2 di Kebagusan.. :9

Ada hal yang aneh. Kakiku gak sakit sama sekali setelah aku naik sepeda sejauh itu. Padahal, Asti yang rumahnya lebih deket, badannya pegal…

Hmmm….. There’s something wrong in my body… -__-;

Ngomomg-ngomong, selama aku bersepeda, aku menghabiskan 1 botol Pocari Sweat dan 2 botol Aqua karena aku haus banget…