Daigakuen no Nikki part 30: D-U-A

Dengan bangga, saya menyatakan

PROGRAM STUDI INDONESIA:

JUARA 2 OIM FIB UI!

Haha. Hasil yang tak terduga, tapi emang jurusan Rina menang di berbagai lomba: PKM. cerpen, puisi, OIM Quiz, dan esai pemikiran kritis. Sebenarnya, Rina ikut lomba poster. Dan……

gak menang.

Iyalah. Apa sih yang dapat diharapkan dari poster yang baru selesai pada hari-H?

Tapi, Rina bangga juga lho poster Rina dipajang. Hehe. Posternya akan Rina upload nanti ya. Rina mau berangkat dulu dan mengerjakan tugas puisi. –”

Btw, sebenarnya Rina agak gerah nulis tapi di awal kalimat.

Biarlah. Dosen gak akan lihat kan. –”

Daigakuen no Nikki part 29: Ruang BEM itu ruang 9201 kan?

Rara jadi anggota BEM FIB tahun ini. Akibatnya adalah Rina makin sering ke ruang BEM. Kenapa? Karena Rara sering berada di sana saat Rina mau ketemuan sama dia.

Kebetulan ruang BEM ramai hari ini. Entah kenapa, keramaiannya membuat Rina mengeluarkan kamera dan memotret orang-orang di sana.

Inilah keceriaan BEM FIB UI.


Daigakuen no Nikki part 28: Maka dikutuklah kendaraan yang menghalangi jalan Yang Dipertuan Agung menjadi duli

Siang ini, Rina bersepekun lagi ke FIB dari halte Seni dan Budaya (dulu namanya shelter POCIN). Harusnya rina merasa senang saat bersepeda, tapi…

… ternyata tidak…

…karena…

Tanpa pikir panjang, aku langsung menulis di atas kertas yang berisi protes dengan pensil warna merah dan menyisipkan kertas itu di wiper.

Mobil ini tidak hanya menghalangi jalanku, mobil ini menghalangi Rina untuk memecahkan rekor! D*RN!

Kalau cuma saat berangkat sih gak masalah. Saat Rina pulang, lagi-lagi perjalanan Rina dihalangi.

Di UI, dosa terberat setelah korupsi dan plagiat adalah menghalangi jalan orang yang sedang asyik bersepeda.

-FZ-

Daigakuen no Nikki part 27: Kehebatan SIAK merambat ke dunia twitter

Rani, teman sekelasku, mem-posting gambar trending topic di twitter. SIAK berada di urutan ketiga. Saat aku mengecek lagi, #SIAKNG sudah berada di posisi pertama.

Peringkat pertama: #SIAKNG

Haha. Seandainya SIAK bisa diakses, mungkin dia gak akan jadi trending topic. –”

Daigakuen no Nikki part 26: Libur belum tiba

Seharusnya Januari adalah waktu untuk bersantai. Seharusnya.

Sampai tanggal 11, Rina masih dihantui oleh makhluk-makhluk yang bernama tugas.

Besok masih ada UAS Kebudayan Indonesia.

Semoga Rina lancar menjawab soalnya.

Btw, ini kalender akademik semester genap 2011/2012 di UI:

  • Pelaksanaan Pembayaran BOP:
    17 Januari — 30 Januari 2012
  • Registrasi Akademik:
    31 Januari — 7 Februari 2012
  • Masa Drop/Add IRS:
    8 Februari — 10 Februari 2012
  • Masa Perkuliahan:
    13 Februari — 8 Juni 2012

Gak bagus banget harus isi IRS pas ulang tahun.

Sebuah tulisan singkat

Post ini aku tulis di markas alien UI. Sebelum aku tidur di sini, aku mau cerita sebentar. Hari ini ada acara I-RING, acara yang diselenggarakan oleh BEM FIB UI dalam rangka mempererat hubungan alumni dan mahasiswa. Acaranya dimulai dari hari Kamis. Untuk detail acara, aku akan menulisnya nanti.

Acara ini istimewa bagiku karena untuk pertama kalinya bakatku di bidang desain grafis dihargai. Aku mendesain poster, baliho, pin, dan tiket door prize. Alhamdulillah, teman-teman panitia I-RING menyukai desainku.

Selain itu, acara ini istimewa karena aku ditawari pekerjaan mendesain oleh project officer-nya langsung. Tentu saja aku senang. Tadinya aku pikir aku hanya berkontribusi dalam membuat logo. Ternyataaaaaa….. Ujung-ujungnya aku jadi staf HPD! Capek sih, tapi aku senang aku dapat pengalaman baru dan teman baru di acara ini.

Salah satu pengalaman yang menarik adalah aku melakukan sebuah “kegilaan”. Aku mendapat jarkom dari salah satu panitia kemarin. Dia bilang seluruh panitia harus datang jam 5 pagi. Aku langsung panik dong. Rumahku jauh dan aku berniat membawa sepeda. Setelah memikirkan matang-matang, aku memutuskan bersepeda ke FIB jam 4 pagi. Orangtuaku khawatir saat melihatku sudah mandi dan rapi. Mereka bilang, “Kamu mau ke mana? Mau ngapain?” Aku jawab saja aku ada acara fun bike di FIB dan aku adalah panitianya. Untunglah mereka mengizinkanku pergi.

Ban sepeda sudah dipompa. Helm sudah dibawa. Masker sudah dipakai. Aku berangkat dari rumah jam 4.20 pagi. Saat itu benar-benar sepi dan gelap di komplek perumahanku. Hanya ada segelintir orang. Aku takut, sangat takut. Saking takutnya, aku berdoa aku tidak dibunuh atau diperkosa di tengah jalan.

Walaupun aku sempat takut, aku sangat menikmati perjalananku. Jalanan sepi. Aku bisa bersepeda di tengah jalan seolah-olah aku adalah penguasa Tole Iskandar.

Aku tidak menyesal bersepeda saat itu. Untuk pertama kalinya, aku bersepeda di bawah langit berbintang dan cahaya bulan. Selama aku bersepeda ke UI, aku belum pernah melihat pemandangan indah seperti itu. Yah… Kadang ada hal yang indah saat kau melakukan sebuah hal yang “gila”.

Aku sampai di UI jam 5. Suasananya yang sepi dan gelap mengingatkanku pada cerita hantu yang sering beredar di UI. Dari balairung sampai FIB, aku menambah kecepatan sambil berdoa. Tiba di FIB, aku menjadi panitia yang pertama kali datang. Hohohoho. Padalah rumahku di Jalan Raya Bogor dan aku bersepeda dari rumah ke UI selama 40 menit.

Kegilaan hari ini memang kegilaan yang paling gila yang pernah kulakukan, tapi aku tak merasa menyesal. Kenapa? Karena aku sudah membuktikan bahwa aku adalah ultimate female biker.

Ada ci[n]ta di Setu Babakan dan Ragunan

Bulan Desember pun datang bersama berbagai tekanan tugas akhir dan ujian akhir. Salah satu “tekanan” itu datang dari mata kuliah Kebudayaan Indonesia. Sebenarnya bukan tekanan juga sih. Soalnya, Rina bawa santai aja mata kuliah ini.

Dosen Kebudayaan Indonesia kelas Rina menyuruh Rina dan kawan-kawan untuk mewawancarai salah satu seniman tradisional. Rina, Medita, dan Rara memutuskan untuk mewawancarai seniman Betawi yang ada di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Transportasi ke sana gak susah kok. Dari terminal Depok, kalian naik angkot 128.

Berhubung di sana tidak acara pementasan, kami tidak bisa mewawancarai seniman Betawi. Akhirnya, kami bertiga memutuskan jalan-jalan di sana. Karena di sana cuma ada danau dan tempat makan, kami memutuskan untuk beranjak dari sana. Medita pulang karena dia harus rapat sedangkan aku dan Rara pergi ke Ragunan.

Perjuangan kami ke Ragunan sangatlah BERAT. Kaki kami berdua pegal plus kami harus berjalan dari pintu timur Ragunan sampai pintu tara (melewati GOR). Aku kira pintu timur dibuka, ternyata dibuka saat akhir pekan. Itu…. MENYEBALKAN banget.

Untunglah loketnya tidak ditutup. Kami berdua mengira loket ditutup saat sholat Jumat.

Kami berdua tidak berlama-lama di sana karena kami harus ke kampus. Untunglah aku bawa kamera. Jadi, kami sempat narsis dan foto hewan-hewan di sana. :D

Ini foto-fotonya:

Continue reading

November Rain (bukan judul lagu Guns N’ Roses)

Rina sibuk banget bulan ini sampai Rina gak update blog ini 2 minggu. Jadwal semester ini melelahkan banget. Kuliahnya sih enak dari hari Senin sampai Kamis, tapi………

RINA PULANG SORE TERUS!

Tugas juga menumpuk. Duh. Rasanya mau nangis deh… Rina merasa 21 SKS di semester ini lebih berat daripada 23 SKS di semester lalu.

Gara-gara sibuk, Rina sampai hampir lupa UVERworld mau rilis single bulan depan. TAT (Rilis single sama dengan ganti layout blog dan Rina harus mikirin header sama theme yang cocok.)

Mari membicarakan hal lain.

Dosen Rina menyuruh Rina (dan teman-teman sekelas pastinya) untuk menulis cerita cinta. Awalnya, Rina bingung mau nulis ceritanya seperti apa. Yang jelas, Rina mau bikin ceritanya dengan tema hujan. Setelah Rina menyelesaikan cerita itu…

CERITA ITU MENJIJIKKAN BANGET. DARI JUDULNYA AJA UDAH MENJIJIKKAN.

Jadi, cerita cinta yang Rina buat itu tentang cowok yang ketemu cewek berpayung biru saat dia mau pulang. Saat dia pulang, hujan turun dan, sialnya, dia gak bawa payung plus sepekun udah gak ada. Tiba-tiba, ada cewek berpayung biru yang nawarin dia pulang bareng. Awalnya cowok ini nolak, tapi akhirnya dia kasihan sama cewek itu. Akhirnya, mereka pulang bareng dan cowok itu mulai suka sama cewek itu.

PICISAN BANGET.

Konyolnya, Rina mendapatkan ide untuk bikin sekuelnya. Konyolnya lagi, baru kali ini Rina menulis cerita sampai 3 halaman.

Oh my…

Otakku mulai rusak.