Oke.. Setelah berminggu-minggu tidak berolahraga, aku bersepeda ke UI (lagi) bersama Asti.
Seperti biasa, kami janjian jam 6 pagi. Setelah itu, kami makan bubur di dekat pintu masuk UI di Pondok Cina. Lumayanlah untuk mengisi perut. Setelah itu, kami menunggu Fathia di halte dekat balairung. Fathia datang bukan untuk olahraga bareng aku dan Asti, tapi dia mau liat pembagian kelas OBM (Orientasi Belajar Mahasiswa). Daftar pembagiaannya ada di belakang balairung (dekat jalan ke arah rektorat). Tiba-tiba, Asti bilang bahwa kita bisa lihat pembagian kelas OBM di website KAMABA UI. Kasian, Fathia. Jauh-jauh dari Pasar Minggu (sebenarnya Pasar Minggu deket sih. Cuma naik Miniarta 04 atau 03.) cuma buat liat pembagian kelas OBM. Tapi, biarlah. Kapan lagi dia bisa jalan-jalan ke UI pagi-pagi? :B
Setelah Fathia lihat, kami bertiga jalan ke luar balairung. saat jalan, aku liat anak-anak Komunikasi FISIP tahun 2009 lagi jualan bubur di dekat balairung. Kebetulan ada temanku dari SD, Dennie. Dia langsung nawarin kami (lebih tepatnya aku aja) untuk beli buburnya. Aku bilang ke Dennie kalau aku mau keliling UI dulu baru beli bubur dia.
Tadinya, Asti mau langsung pulang. Tapi, karena dia ketemu Lisdha dan keponakannya, dia gak jadi pulang. Mereka bertiga malah main bulutangkis.
Aku keliling UI setelah berpisah dengan mereka. Aku harus keliling karena aku lupa letak FE. Soalnya, kelasku saat OBM ada di FE.
Setelah keliling, aku menepati janjiku ke Dennie. Aku makan bubur lagi di tempat anak FISIP jualan. Mereka jualan untuk menambah dana buka puasa. Mereka bilang, saat angkatan 2008 mengurusi ospek maba angkatan 2010, angkatan 2009 cari dana.
Buburnya lumayan enak walaupun agak panas.
Habis makan, aku ketemu lagi sama Asti dan Lisdha yang lagi main bulutangkis sama keponakannya. Saat itu, anak-anak FKM datang dan nawarin air mineral dan kue. Aku ketemu lagi sama teman-temanku alumni SMANSA dari FKM. Kayaknya dari kemarin (lebih tepatnya sejak latihan padus) aku ketemu banyak teman-teman dari SMANSA. Yah.. Bukan masalah lah.
Akhirnya, aku pulang. Aku melewati Jalan Juanda yang padat seperti biasa. Padatnya Juanda bukan karena banyak mobil dan motor, tapi karena adanya pasar kaget yang jualan di pinggir jalan! Makanya aku sebel kalau aku lewat Juanda. Kekesalanku bertambah saat aku istirahat sebentar untuk minum, botol air mineralku hilang (Rasanya aneh kalo aku bilang botol air mineral. Habisnya, gak boleh sebut merk.).
Aku tetap melanjutkan bersepeda dan mencari warung supaya aku bisa beli air minum. Aku menemukannya di Depok dua. Walaupun cuma 240 ml, setidaknya aku gak begitu dehidrasi.

-6.391841
106.806039
Spread AVANT-GARDEism to the world!
Like this:
Be the first to like this post.