Get blue soon, water vessel

Lima hari yang lalu, aku pergi ke Jalan Juanda, jalan penghubung Jalan Raya Bogor dan Jalan Margonda. Aku pergi ke sana pagi-pagi (naik sepeda pula) untuk bantu teman-teman jurusanku menjual baju.

Saat aku pulang, aku melihat ada orang yang menjual hydrangea! Aku gak pikir lama. aku langsung mengerem sepedaku dan bertanya sama penjualnya.

Aku: (sambil menunjuk) Pak, itu berapa harganya? (・∀・)

Penjual tanaman: 20.000 aja, mbak. ( ̄▽ ̄*)

Aku: (berpikir agak lama) Ya udah. Saya beli deh. ヾ(@°▽°@)ノ

 Penjual pupuk: Gak sekalian pupuknya, mbak?   ( ̄▽+ ̄*)

Aku: Berapa, pak?  (。・ε・。)

Penjual pupuk: Sepuluh-ribu tiga, mbak.   ( ̄▽+ ̄*)

Aku: Err…  ( ̄^ ̄)  Iya, pak. Boleh deh…   (  ̄o ̄;)

Akhirnya, aku naik sepeda dari Jalan Juanda, melewati Jalan Raya Bogor dari KM 31 sampai 36 sambil membawa bunga, pupuk, pot, burger, dan tas.

Uwaa~ Bunganya udah mulai biru. ヾ(@°▽°@)ノ

太陽と僕が描くSTORY

Oke.. Setelah berminggu-minggu tidak berolahraga, aku bersepeda ke UI (lagi) bersama Asti.

Seperti biasa, kami janjian jam 6 pagi. Setelah itu, kami makan bubur di dekat pintu masuk UI di Pondok Cina. Lumayanlah untuk mengisi perut. Setelah itu, kami menunggu Fathia di halte dekat balairung. Fathia datang bukan untuk olahraga bareng aku dan Asti, tapi dia mau liat pembagian kelas OBM (Orientasi Belajar Mahasiswa). Daftar pembagiaannya ada di belakang balairung (dekat jalan ke arah rektorat). Tiba-tiba, Asti bilang bahwa kita bisa lihat pembagian kelas OBM di website KAMABA UI. Kasian, Fathia. Jauh-jauh dari Pasar Minggu (sebenarnya Pasar Minggu deket sih. Cuma naik Miniarta 04 atau 03.) cuma buat liat pembagian kelas OBM. Tapi, biarlah. Kapan lagi dia bisa jalan-jalan ke UI pagi-pagi? :B

Setelah Fathia lihat, kami bertiga jalan ke luar balairung. saat jalan, aku liat anak-anak Komunikasi FISIP tahun 2009 lagi jualan bubur di dekat balairung. Kebetulan ada temanku dari SD, Dennie. Dia langsung nawarin kami (lebih tepatnya aku aja) untuk beli buburnya. Aku bilang ke Dennie kalau aku mau keliling UI dulu baru beli bubur dia.

Tadinya, Asti mau langsung pulang. Tapi, karena dia ketemu Lisdha dan keponakannya, dia gak jadi pulang. Mereka bertiga malah main bulutangkis.

Aku keliling UI setelah berpisah dengan mereka. Aku harus keliling karena aku lupa letak FE. Soalnya, kelasku saat OBM ada di FE.

Setelah keliling, aku menepati janjiku ke Dennie. Aku makan bubur lagi di tempat anak FISIP jualan. Mereka jualan untuk menambah dana buka puasa. Mereka bilang, saat angkatan 2008 mengurusi ospek maba angkatan 2010, angkatan 2009 cari dana.

Buburnya lumayan enak walaupun agak panas.

Habis makan, aku ketemu lagi sama Asti dan Lisdha yang lagi main bulutangkis sama keponakannya. Saat itu, anak-anak FKM datang dan nawarin air mineral dan kue. Aku ketemu lagi sama teman-temanku alumni SMANSA dari FKM. Kayaknya dari kemarin (lebih tepatnya sejak latihan padus) aku ketemu banyak teman-teman dari SMANSA. Yah.. Bukan masalah lah.

Akhirnya, aku pulang. Aku melewati Jalan Juanda yang padat seperti biasa. Padatnya Juanda bukan karena banyak mobil dan motor, tapi karena adanya pasar kaget yang jualan di pinggir jalan! Makanya aku sebel kalau aku lewat Juanda. Kekesalanku bertambah saat aku istirahat sebentar untuk minum, botol air mineralku hilang (Rasanya aneh kalo aku bilang botol air mineral. Habisnya, gak boleh sebut merk.).

Aku tetap melanjutkan bersepeda dan mencari warung supaya aku bisa beli air minum. Aku menemukannya di Depok dua. Walaupun cuma 240 ml, setidaknya aku gak begitu dehidrasi.

Shiny Sunday~

Seperti biasa, kemarin Rina bersepeda ke UI. Di sana, rina ketemu teman-teman Rina: Dinar, Ari, Farah, dan Ardi. Kebetulan Farah bawa raket dan shuttlecock,. Jadi Rina sama Ardi main bulutangkis. (Farah jalan-jalan pake sepeda Rina)

Saat kami main, kebetulan ada mahasisiwi-mahasiswi D3 UI lagi jalan di dekat tempat Rina sama Ardi main bulutangkis. Terus, shuttlecocknya kena salah satu mahasiswi itu. (Rina inget banget kena cewek yang pakai jilbab hitam) Rina spontan langsung deketin dan minta maaf. Mereka langsung bilang gak apa-apa. Dan Rina kaget dengan kejadian yang terjadi selanjutnya.

Rina langsung ditawarin donat J-Co. (-_-);  Rina awalnya mau nolak. Tapi, karena merasa bersalah, akhirnya Rina beli deh.  (padahal shuttlecocknya kena mbak itu pas Ardi lagi mukul, harusnya Ardi yang beli tuh… -3-) Kebetulan Farah baru balik abis jalan-jalan pake sepeda, Farah langsung ditawarin sama mereka. Dengan sedikit provokasiku dan Ardi, akhirnya dia beli juga… (Maaf ya, Farah ^_^;)

Minggu pagi yang tidak biasa…

Carry me away, mountain breeze!

Hari ini aku bersepeda di UI bareng Asti dan Icha. Di sana kita ketemu Dedi, Dinar, Ari, dan Taufik. Sayang… Empat cowok itu gak bawa sepeda… Padahal enak kalau keliling UI bareng-bareng.

Aku janjian sama Asti dan Icha di halte dekat balairung. Setelah itu, kami makan bubur di dekat palang kereta dekat Stasiun Pondok Cina. Di sana ada kejadian yang menghebohkan!

ADA KOMPOR MELEDAK!!!

Kami bertiga kaget. Kami langsung mengambil sepeda dan menjauh. Sayangnya, orang-orang hanya melihat, gak ada yang cari pertolongan. (sebenarnya apinya gak begitu gede, tapi minimal ada yang inisiatif nolong kek… -3- Buuu~~~)

Karena selama lebih dari 5 menit gak ada yang mau bantu, aku langsung ke Fakultas Hukum buat cari tabung CO2 (yang biasa dipakai kalo ada api yang ada di gedung-gedung). Kata penjaga FH (kayaknya aku nanya staf + satpam), ada tabung gas pos satpam dekat tempat kejadian itu.

Akhirnya, aku balik lagi ke tempat itu. Dan ternyata, apinya udah padam… -________________________-;

Ngomong-ngomong, hari ini aku melihat Gunung Salak saat aku naik sepeda. Aku melihatnya di Margonda, Jalan Samudera, dan Jalan Tole Iskandar (dekat Griya Lembah Depok). Sayang, kamera HP-ku rusak. Jadi aku gak bisa foto deh… -3- Buuu~~~~

————————————————————————————————-

Oya. Morning glory di dekat Stasiun Pondok Cina udah layu. Jadi, aku gak bisa lihat pemandangan yang asri lagi tadi pagi… -3-

————————————————————————————————-

Edit: Seperti yang dibilang Asti, ternyata kebakaran itu terjadi bukan karena kompor meledak. Tapi karena selang terbakar… -_-

35 km

Hari ini aku membuat rekor baru. Aku naik sepeda dari rumah ke Ragunan. Aku udah lebih dari 5 kali hampir ketabrak motor… -___-;

Oya. Aku ke Kebun Binatang Ragunan bareng Asti, Lisdha, dan Mauli. Kita berempat naik sepeda keliling Ragunan. Pulangnya, kita makan di Boloo2 di Kebagusan.. :9

Ada hal yang aneh. Kakiku gak sakit sama sekali setelah aku naik sepeda sejauh itu. Padahal, Asti yang rumahnya lebih deket, badannya pegal…

Hmmm….. There’s something wrong in my body… -__-;

Ngomomg-ngomong, selama aku bersepeda, aku menghabiskan 1 botol Pocari Sweat dan 2 botol Aqua karena aku haus banget…

20 km – Morning glory blossom

Hari ini aku naik sepeda dari rumah ke UI. Jarak antara rumahku dengan UI sekitar 10 km. Jadi, aku menempuh jarak sekitar 20 km pagi ini. Tadinya, aku ingin ke Kota Tua naik kereta ekonomi AC dari stasiun UI, tetapi saat aku tanya petugasnya keretanya datang jam 9. Padahal saat itu baru jan 7.30. Akhirnya aku memutuskan untuk bersepeda keliling UI.

Sungguh melelahkan. Hari ini aku melewati lebih dari 5 tanjakan. Apalagi tanjakan di Jalan Juanda. Tanjakannya curam banget XO

Hhh…. Tanjakan adalah musuh besarku…

Ngomomong-ngomong, di dekat Stasiun Pondok Cina ada bunga Morning Glory lho! Bagus deh. Ini gambarnya:

Morning Glory

Aku jadi makin semangat untuk masuk UI. Aku berdoa semoga aku lulus SIMAK UI. Jadi, aku bisa naik sepeda kalau kuliah. :D

15 km

Pagi ini aku naik sepeda ke Cibinong. Jarak dari rumahku ke Cibinong kira-kira 15 km. Jalan yang kulewati bukan Jalan Raya Bogor, tapi Jalan Raden Saleh.

Aku menyesal lewat Raden Saleh. Karena:

  1. Jalannya rusak
  2. Kalau musim hujan, penuh dengan genangan air
  3. Banyak tanjakan yang curam

Tapi, lewat Raden Saleh ada enaknya juga. Aku bisa lihat gunung Salak!!! ^o^ Terus, pemandangannya lumayan bagus! :D

Lain kali aku pakai sepeda yang Bridgestone. Kalau pakai Dahon, penderitaannya lebuh berat! T_T Roda sepeda Bridgestone 30 inch, jadi lebih enak.

Ngomong-ngomong, waktu yang kuhabiskan untuk bersepeda = waktu untuk mendengarkan 24 lagu Suzumiya Haruhi (informasi yang gak penting).

Bersepeda memang menyehatkan. Bajuku sampai basah karena berkeringat. Selain menyehatkan, sepeda ramah lingkungan! :D Sayang, hak para pengendara sepeda diabaikan. Kenapa sih para pengendara bermotor jarang kasih jalan untuk pengendara sepeda? D:

That’s why I hate motor-vehicle.

————-

Minggu depan, aku akan bersepeda ke Bogor!!!

Ganbatte, Rina!!! :D