“Kenapa bukan Sastra Jepang, Dil?”
Banyak teman-temanku menanyakan hal itu. Setiap aku mendengar pertanyaan itu, aku cuma bisa tertawa.
Aku dikenal sebagai cewek yang tergila-gila dengan Jepang oleh teman dan keluargaku. Mereka bahkan bilang mungkin saja aku bisa ke Jepang kalau aku kuliah di Sastra Jepang.
Tapi, ini pilihanku. Ada beberapa alasan kenapa aku gak milih Sastra Jepang. Salah satu alasannya adalah aku ingin mengurangi hobiku ini. Mungkin bagi beberapa orang, alasan itu terdengar gak masuk akal. Tapi ini merupakan alasan utama bagiku untuk tidak masuk Sastra Jepang.
Kalau aku gak menghentikan hobi ini, kapan aku akan berubah? Aku gak mungkin jadi fangirl selamanya. Aku makin dewasa. Suatu saat aku akan menikah dan menjadi ibu. Jika hobiku gak berhenti, bisa-bisa aku malah gak mengurus keluarga. Aku gak mau cuek sama keluarga gara-gara hobi semata.
Seperti lirik lagu Maroon5, “Sweetest Goodbye”:
If it never ends, then when do we start?
Tentang pergi ke Jepang, aku tidak begitu berminat lagi pergi ke sana. Kalau aku ke sana, aku mau makan apa? Di sana banyak makanan yang gak halal. Gak mungkin juga aku makan di kuil.
Inilah jalan yang kupilih.
Semoga aku tidak pernah menyesali pilihan yang telah aku buat.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Even it will be hard, even I will meet many obstacle…
Surely
I will get a true happiness
After all, this is my wish
This is the path I choose

-6.391841
106.806039
Spread AVANT-GARDEism to the world!
Like this:
Be the first to like this post.