Dear UVER, jangan rilis apapun saat UTS dan UAS

Semester dua.

Rina muak. Rina ingin cepat-cepat bulan Juni. Rina ingin main sepuas-puasnya.

Argh. Seandainya PDPT tidak eksis. Seandainya gak ada MPKT B. Seandainya MPKI adalah MPK Bahasa Indonesia. Seandainya Rina pulang jam 1 setiap hari. Seandainya mata kuliah wajib cuma 17 SKS.

Seandainya…

Hhh… Aku gak bersyukur banget sih… -3- Padahal banyak teman-temanku ingin jadi mahasiswa/i UI.

Daigakuen no Nikki part 10: Saat hikayat lebih mudah dimengerti daripada sains

Yay! Hari ini Rina gak telat lagi ke kampus. Pagi ini, Rina berangkat jam 6:20. Sayangnya, sepeda kuning belum ada saat Rina sampai di kampus….

Hari ini diawali dengan mata kuliah Fonologi di gedung 4 lantai 2. Fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa. Di mata kuliah ini, Rina dan teman-teman akan mempelajari bagaimana bunyi bahasa dihasilkan. Bunyi nasal, bunyi letupan, penampang mulut, istilah-istilah untuk organ mulut, pokoknya semester kali ini gak jauh-jauh dari mulut, hdung, dan tenggorokan deh!

Setelah Fonologi, Rina pindah kelas dari gedung 4 ke gedung 9 untuk mengikuti mata kuliah Perkembangan Bahasa Indonesia. Sayangnya, dosen yang mengajar mata kuliah ini–Pak Frans–tidak bisa hadir.

Seharusnya hari Selasa berakhir dengan indah seperti semester yang lalu. Seharusnya seperti itu jika tidak ada mata kuliah MPKT B yang sangat membuat Rina gak semangat. Masalahnya adalah mata kuliah ini membahas tentang SAINS, pelajaran yang paling Rina gak suka dan gak bisa!

Hhhh…

Salah satu alasanku memilih jurusan IPS dan FIB adalah aku tidak mau bertemu fisika dan biologi. Kenapa aku harus bertemu IPA lagi? Biar aku klarifikasi. Aku 100% mahasiswi jurusan bahasa dan hampir lupa semua pelajaran MIPA.

Semoga aku bisa dapat A untuk MPKT B supaya IPK-ku naik…

Perjalanan lintah yang malang menuju gerbang ketujuh

Image from CLAMP*NEWS @ Blogger

Oke. Harusnya aku senang karena raw-scan GATE7 chapter 1 sudah ada…

Seharusnya senang kan?

Yah… Pagi ini, seharusnya aku sudah membaca chapter 1 GATE7 jika aku bisa mengunduhnya. Tapi, berhubung raw-scan ini diunggah ke FileSonic, sering error deh… -3-

Untungnya, aku sudah mendaftar di FileSonic, jadi aku bisa mengunduhnya sekarang. Sayangnya, kecepatannya hanya 14 kbps. Unduhannya gagal. D**N! T_T

Ohmygosh. Artwork CLAMP kali ini benar-benar keren! Benar kata Chibi Yuuto, GATE7 merupakan perpaduan X dan Chobits!

70000

Aku diajak Asti untuk menonton pertandingan semi-final Indonesia Open. Aku tanya Asti berapa harga tiket masuknya. Dia bilang sekitar 50.000-100.000. Karena uangku tinggal sedikit (aku tidak akan menyebutkan nominalnya), aku langsung cari HTM-nya di Google.

Aku langsung klik salah satu hasil pencarian. Ternyata, harga tiket masuknya 70.000!!!!!!!!!!!! Itu baru kelas 1, yang VIP 150.000!!!!! Gimme a break!

Jauh banget harganya dibandingkan saat babak kualifikasi. Harga tiket kelas 1: 25.000, sedangkan VIP 150.000.

-A- Kenapa harga tiket mahal banget sih???

“Kenapa bukan Sastra Jepang?”

“Kenapa bukan Sastra Jepang, Dil?”

Banyak teman-temanku menanyakan hal itu. Setiap aku mendengar pertanyaan itu, aku cuma bisa tertawa.

Aku dikenal sebagai cewek yang tergila-gila dengan Jepang oleh teman dan keluargaku. Mereka bahkan bilang mungkin saja aku bisa ke Jepang kalau aku kuliah di Sastra Jepang.

Tapi, ini pilihanku. Ada beberapa alasan kenapa aku gak milih Sastra Jepang. Salah satu alasannya adalah aku ingin mengurangi hobiku ini. Mungkin bagi beberapa orang, alasan itu terdengar gak masuk akal. Tapi ini merupakan alasan utama bagiku untuk tidak masuk Sastra Jepang.

Kalau aku gak menghentikan hobi ini, kapan aku akan berubah? Aku gak mungkin jadi fangirl selamanya. Aku makin dewasa. Suatu saat aku akan menikah dan menjadi ibu. Jika hobiku gak berhenti, bisa-bisa aku malah gak mengurus keluarga. Aku gak mau cuek sama keluarga gara-gara hobi semata.

Seperti lirik lagu Maroon5,  “Sweetest Goodbye”:

If it never ends, then when do we start?

Tentang pergi ke Jepang, aku tidak begitu berminat lagi pergi ke sana. Kalau aku ke sana, aku mau makan apa? Di sana banyak makanan yang gak halal. Gak mungkin juga aku makan di kuil.

Inilah jalan yang kupilih.

Semoga aku tidak pernah menyesali pilihan yang telah aku buat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Even it will be hard, even I will meet many obstacle…

Surely

I will get a true happiness

After all, this is my wish

This is the path I choose

ハルジオン

Sejak aku mendengarkan Harujion dan Harujion (2nd MIX), aku tidak tahu perbedaannya. Padahal aku mendengarkan kedua lagu itu sejak setahun yang lalu. Saking penasaran, aku menulis status di Twitter,

“Apa sih bedanya Harujion sama Harujion (2nd mix)?”

Temanku membalas (di Twitter),

“beda di mixing drum sama gitar…”

Setelah aku mendengarkan sekali lagi, ternyata apa yang dikatakan temanku benar. Mixing gitarnya beda.

Kalau dipikir-pikir, pendengaranku payah juga ya. Baru sadar perbedaan Harujion dan Harujion (2nd MIX) setelah setahun…

I hate smokers!!!!!!!!!!!!!!!

Sore ini, saat aku pulang sekolah naik D 06, ada seorang penumpang (kakek-kakek yang berusia sekitar >60 tahun) merokok. Yang lebih menyebalkan, asap rokoknya sampe terhirup olehku. Dan di angkot itu bukan cuma aku dan kakek-kakek itu, ada ibu dan kedua anaknya yang masih kecil!!!

Nyebelin banget kan????

Ada juga cerita tentang perokok yang nyebelin. Waktu aku naik M 04, ada bapak-bapak yang ngerokok. Pas dia nyalain api pakai korek api, koreknya langsung dibuang ke lantai 04 tanpa dia matikan. Untung apinya langsung mati. Yang lebih parah, saat batang rokoknya sudah pendek, dia langsung buang ke lantai tanpa dimatikan. Lalu, setelah mengamati selama 2 menit, api di puntung rokok itu belum mati. Aku langsung menginjak puntung rokok tersebut di depan perokok tersebut. Seluruh penumpang langsung melihat ke arahku. Terutama ibu-ibu yang merasa kesal karena perokok itu telah mengganggu kenyamanan penumpang yang lain.

Ngomong-ngomong, guru Bahasa Indonesia yang mengajariku waktu aku kelas XI sangat benci rokok. Kalau beliau naik angkutan umum dan ada perokok di angkutan umum itu, beliau langsung turun.

Seandainya tembakau tidak dijadikan rokok.

Kira-kira, rokok bisa dijadikan bahan alternatif gak?