Ada ci[n]ta di Setu Babakan dan Ragunan

Bulan Desember pun datang bersama berbagai tekanan tugas akhir dan ujian akhir. Salah satu “tekanan” itu datang dari mata kuliah Kebudayaan Indonesia. Sebenarnya bukan tekanan juga sih. Soalnya, Rina bawa santai aja mata kuliah ini.

Dosen Kebudayaan Indonesia kelas Rina menyuruh Rina dan kawan-kawan untuk mewawancarai salah satu seniman tradisional. Rina, Medita, dan Rara memutuskan untuk mewawancarai seniman Betawi yang ada di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Transportasi ke sana gak susah kok. Dari terminal Depok, kalian naik angkot 128.

Berhubung di sana tidak acara pementasan, kami tidak bisa mewawancarai seniman Betawi. Akhirnya, kami bertiga memutuskan jalan-jalan di sana. Karena di sana cuma ada danau dan tempat makan, kami memutuskan untuk beranjak dari sana. Medita pulang karena dia harus rapat sedangkan aku dan Rara pergi ke Ragunan.

Perjuangan kami ke Ragunan sangatlah BERAT. Kaki kami berdua pegal plus kami harus berjalan dari pintu timur Ragunan sampai pintu tara (melewati GOR). Aku kira pintu timur dibuka, ternyata dibuka saat akhir pekan. Itu…. MENYEBALKAN banget.

Untunglah loketnya tidak ditutup. Kami berdua mengira loket ditutup saat sholat Jumat.

Kami berdua tidak berlama-lama di sana karena kami harus ke kampus. Untunglah aku bawa kamera. Jadi, kami sempat narsis dan foto hewan-hewan di sana. :D

Ini foto-fotonya:

Continue reading

Daigakuen no nikki part 24: U-N-O! UNO!

1, 2, 3. UNO!

Kata siapa permainan UNO hanya buat anak-anak? Buktinya teman-temanku (juga aku) masih main permainan ini. Yang pertama kali bawa kartu UNO adalah Rani, Winasti, Upi, dan Chotim. Mereka patungan buat beli kartu ini.

(dari kiri ke kanan) Chotim, Rara, Dio, Selly

Tanggal 17 Oktober, saat aku lagi makan siang bareng Rara, kami berdua diajak main UNO sama Rani dkk. Awalnya aku gak ikut karena lagi makan. Saat putaran kedua, aku baru ikut. Kebetulan ada Dio dan Selly, pemainnya jadi bertambah.

Hohohoho. Untunglah aku gak kalah. Aku inget banget saat permainan kedua, aku dapet kartu +4. Untungnya, aku punya kartu +4 juga. Jadi, yang dapet giliran setelah aku harus ambil 8 kartu. (Kalo gak salah Selly)

Permainan ini benar-benar bagus buat relaksasi abis kuliah. Thanks buat Rani, Upi, Winasti, dan Chotim yang udah beli kartu ini! ^^

Daigakuen no Nikki part 2: Hari yang cerah di ruang 6103

Hari ini Bu Edwina, dosen mata kuliah Pengantar Kesusastraan, tidak bisa datang ke kelas karena beliau sedang sakit. Akhirnya, kami diberikan tugas laporan bacaan. Setelah mengerjakan tugas, Rina iseng-iseng mengambil foto teman-teman Rina.

 

 

 

Shiny Sunday~

Seperti biasa, kemarin Rina bersepeda ke UI. Di sana, rina ketemu teman-teman Rina: Dinar, Ari, Farah, dan Ardi. Kebetulan Farah bawa raket dan shuttlecock,. Jadi Rina sama Ardi main bulutangkis. (Farah jalan-jalan pake sepeda Rina)

Saat kami main, kebetulan ada mahasisiwi-mahasiswi D3 UI lagi jalan di dekat tempat Rina sama Ardi main bulutangkis. Terus, shuttlecocknya kena salah satu mahasiswi itu. (Rina inget banget kena cewek yang pakai jilbab hitam) Rina spontan langsung deketin dan minta maaf. Mereka langsung bilang gak apa-apa. Dan Rina kaget dengan kejadian yang terjadi selanjutnya.

Rina langsung ditawarin donat J-Co. (-_-);  Rina awalnya mau nolak. Tapi, karena merasa bersalah, akhirnya Rina beli deh.  (padahal shuttlecocknya kena mbak itu pas Ardi lagi mukul, harusnya Ardi yang beli tuh… -3-) Kebetulan Farah baru balik abis jalan-jalan pake sepeda, Farah langsung ditawarin sama mereka. Dengan sedikit provokasiku dan Ardi, akhirnya dia beli juga… (Maaf ya, Farah ^_^;)

Minggu pagi yang tidak biasa…

Another nice day?

Hari ini Rina nonton Toy Story 3 bareng Savitri, Tika, dan Harris. Akhirnya kesampaian juga nonton berempat. Memang menyenangkan nonton bareng teman.

Kami berempat nonton di Margo City. Tadinya kami mau nonton jam ke-2, tapi karena Savitri gak bisa, kami nonton yang jam ke-1. Konsekuensinya adalah Harris datang telat (dia lagi ada urusan).

Toy Story 3 lumayan bagus. Lumayanlah untuk mengisi waktu senggang.

Habis nonton, Savitri dan Tika langsung pulang. Tapi sebelumnya, Savitri beli roti dulu di Bread Talk.

Rina dan Harris ga langsung pulang. Kita ke Pizza Hut (Harris beli salad), terus ke Giant (cuma beli minum), dan akhirnya ke Gramedia.

Di Gramedia, Rina ngobrol banyak sama Harris tentang buku. Kata Harris, dia beli buku sesuai feeling-nya. Kalau feeling-nya pas, dia beli.

Harris gak beli apa-apa. Cuma Rina yang beli buku. Rina beli Detective Conan vol. 57 dan novel Rain Affair.

Alasan Rina beli novel itu agak aneh. Rina beli buku itu karena cover-nya gambar payung.

Rina akan post review-nya nanti.

One year ago…

Foto-foto setahun yang lalu. Saat aku dan teman-temanku di XI-IPS 3 jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.

Dunia gak pernah fair

Lanjutan dari post sebelumnya.

Hari ini pengumuman remedial UAS Geografi. Dari 4 kelas XII-IPS, cuma 7 orang yang gak remed. Di kelas XII-IPS 4, cuma 5 orang yang gak remed. Yang lebih menyebalkan, temanku yang “tukang mencontek dan tidak pernah berpikir” itu termasuk 5 orang itu.

WTH????

Dia gak fair banget!!! Mana ada orang yang gak belajar tapi nilainya bagus!? (Pengecualian untuk orang yang jenius, cerdas, atau mempunyai ingatan fotografis)

Gakuen no Nikki part 9: Trip to Jogja!!!

Sekolahku mengadakan study tour ke Jogja dan Dieng selama 4 hari. Dari hari Minggu, 24 Mei 2009 sampai hari Rabu tanggal 27 Mei 2009.

Ini foto-fotonya: