Di akhir Maret ini, masalah kenaikan BBM diributkan oleh semua orang. Akibat dari keributan ini adalah demo terjadi di ibukota. Kalau dipikir secara sepintas, kenaikan BBM memang merugikan semua orang, terutama masyarakat golongan ekonomi lemah. Walaupun demikian, haruskah demonstrasi dilakukan? Pemerintah kita sudah tuli. Telinga mereka tertutupi duli. Percumalah protes sama orang budek.
Saya jadi ingat perkataan Rara hari ini,
“Puncak demonstrasi itu tahun 1998. Jadi, percumalah ada demo. Pemerintah tuh udah kebal sama demo.”
(kalau salah, tolong betulkan ya, Ra.)
Saat saya mendengar perkataan Rara, saya jadi ingat teman-teman yang sedang unjuk rasa. Kasihan sekali mereka. Protes mereka tidak didengar oleh pemerintah.
Nah… Daripada mahasiswa unjuk rasa dan hasilnya sia-sia, kenapa mereka tidak memikirkan pemecahan masalah BBM ini? Lebih baik cari solusi daripada protes ke pemerintah. Mahasiswa itu inovator, bung!
