The ultimate female biker

Hari ini aku bersepeda ke sekolah. Capek sih, tapi aku senang. Setidaknya aku pernah bersepeda ke 109 walau cuma sekali. Hmmm…. Kenapa aku gak naik sepeda dari kelas XI ya? Agak menyesal juga nih. Soalnya aku baru bersepeda ke sekolah selama SMA baru satu kali dan itu pun saat aku hampir lulus. Tapi gak apa-apa, yang penting aku pernah melakukan hal yang segila ini.

Kali ini aku pakai sepeda Bridgestone. Lumayan berat! Dahon Curve D3 masih lebih ringan daripada Bridgestone. Mengayuhnya butuh perjuangan! Apalagi saat aku melewati Jalan Juanda yang tanjakannya curam. Hhhh…. Rasanya sangat melelahkan. Apalagi aku melewati Jalan Juanda saat matahari masih di atas kepala.

Tiba-tiba aku teringat aku pernah bersepeda ke sekolah saat aku kelas 2 SMP. Itu juga ada alasannya sih. Bia dibilang alasan yang sangat konyol.

Continue reading

Gakuen no Nikki part 12: がんばって, 3年 高等学生!

Sejak akhir semester 1, beberapa murid kelas XII yang nilainya kurang begitu bagus di SMAN 109 diwajibkan ikut pengayaan. Mata pelajarannya: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Untuk IPS ditambah Geografi, Sosiologi, Ekonomi, dan Akuntansi. Untuk IPA ditambah: Kimia,Biologi, dan Fisika.

Aku ikut pengayaan Geografi karena nilai Geografiku sangat jelek. Kenapa susah banget dapat nilai bagus di Geografi?! Aku iri sama temanku yang selalu lolos dari remedial pelajaran Pak Jajang… D:

Setidaknya, aku gak ikut Matematika. Malah, aku disuruh oleh Bu Dormin untuk mengajari teman-temanku di pengayaan Matematika tadi pagi. I’m afraid I didn’t teach them properly…

Anyway, setelah pengayaan selesai, beliau akan memberikan Rp 100.000,00 kalau mendapat nilai sempurna untuk UN Matematika.

Aku akan berusaha!

Hari yang cerah untuk jiwa yang mengantuk

Cuaca di Jakarta pagi ini sangat pas untuk tidur. Udara dingin dan kelasku adem. Suasananya sangat mendukung untuk tidur. Ditambah lagi, hari ini pelajaran Bu Yusi (Bahasa Indonesia). Aku pasti makin mengantuk. Oya. Hari ini di sekolah mati lampu untuk ratusan kalinya. Mungkin tenaga listriknya tidak bisa mencukupi kebutuhan sekolah. Wajar kalau setiap kelas di SMAN 109 Jakarta tidak dipasang AC.

Ngomong-ngomong soal AC. Kalau semua sekolah di Jakarta dipasang AC setiap kelas, bukannya itu sama saja mendukung pemanasan global ya. Bukannya AC yang menyebabkan lapisan Ozon makin menipis?
Hmm… Kalau aku sudah pulang sekolah, aku harus cari info tentang pemanasan global dan lapisan Ozon di Wikipedia. Mungkin aja ini bisa dijadikan tema esai untuk tugas Bahasa Indonesia.

Dunia gak pernah fair

Lanjutan dari post sebelumnya.

Hari ini pengumuman remedial UAS Geografi. Dari 4 kelas XII-IPS, cuma 7 orang yang gak remed. Di kelas XII-IPS 4, cuma 5 orang yang gak remed. Yang lebih menyebalkan, temanku yang “tukang mencontek dan tidak pernah berpikir” itu termasuk 5 orang itu.

WTH????

Dia gak fair banget!!! Mana ada orang yang gak belajar tapi nilainya bagus!? (Pengecualian untuk orang yang jenius, cerdas, atau mempunyai ingatan fotografis)

GAK FAIR!!!

Seminggu ini, sekolahku mengadakan ujian akhir sekolah. Dan seperti biasa, murid-murid 109 melakukan kebiasaan menanyakan jawaban saat ulangan. Aku sih gak masalah kalau temanku bertanya 2 atau 3 soal, karena kadang aku juga sering tanya jawaban ke temanku. (JANGAN DITIRU)

Tapi, hal yang paling kubenci adalah melihat buku dan mengkopi jawaban teman 100% (baik itu melihat jawaban teman maupun sms).

Hari ini, saat ulangan sosiologi, temanku bertanya pada temannya. Jadi, temanku itu pura-pura ke kamar mandi. Lalu, saat dia kembali ke kelas, dia mengambil secarik kertas dari sepatunya. Dan dia melihat kertas itu sambil mengisi lembar jawaban.

DARN!!! IT’S NOT FAIR!!!!!!!!!!!!!!

Aku udah susah-susah belajar dan dia dengan enaknya mengisi tanpa berpikir!!!!

KEMANA SIH OTAKNYA?????????

Aku akan sangat membenci orang itu jika nilainya lebih bagus daripada nilaiku.

Gakuen no Nikki part 10: Independence Day

Hari ini, setelah upacara bendera, aku mengambil foto teman-temanku: