Environmentalism Spirit part 3: Sampah dibuang ke mana?

Ide gila ini terlintas di otak Rina saat pulang dari kampus tadi sore.

————————————————————————————————-

Rina disuruh mencari deret konsonan oleh Bu Sri (dosen Fonologi). Saat Rina mengecek deret konsonan /gm/, Rina menemukan kata magma. Terus, entah kenapa Rina menghubungkan magma dengan sampah.

Jadi, Rina berpikir kenapa sampah yang ada di seluruh dunia tidak dimasukkan ke kawah gunung berapi. Di kelas MPKT B, Rina mendapatkan informasi bahwa di Samudra Pasifik ada “pulau sampah”. Kalau sampah dari seluruh dunia menumpuk terus di sana, kasihan ikan-ikannya… Tempat tinggal mereka jadi rusak deh.

Makanya, untuk menyelamatkan ikan-ikan yang imut di Samudra Pasifik, kenapa sampah gak dibuang ke kawah gunung berapi? Kalau dibuang ke kawah, sampahnya akan lebur kan? Jadinya gak usah repot-repot mengubur, mendaur ulang, atau membakar sampah.

Hmm…. Bagaimana menurut kalian?

Environmentalism Spirit part 2

Setiap aku mencuci baju, aku selalu memikirkan tanah gambut di Kalimantan. Alasannya bisa dibilang sangat konyol…

Di pelajaran Geografi, terdapat bab yang membahas tentang tanah. Salah satu jenis tanah adalah tanah gambut. Tanah gambut merupakan tanah yang kadar keasamannya tinggi. Biasanya, jenis tanah ini ada di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Hanya tanaman jenis tertentu yang bisa hidup di atas tanah ini.

Guru Geografi di NF pernah bilang bahwa jenis tanah yang bagus adalah tanah dengan pH normal.

Karena kata-kata guru Geografiku, aku jadi mempunya ide. Bagaimana kalau seluruh air bekas cucian di Indonesia dikumpulkan dan lalu disiram ke tanah gambut di Kalimantan? Kalau Kalimantan subur, pasti tanaman pangan bisa ditanam di sana sehingga Indonesia gak akan mengalami krisis kekurangan pangan. Terus, Indonesia bisa mengekspor hasil pangan dan pendapatan Indonesia makin bertambah.

Kalau air bekas cucian bisa dimanfaatkan, maka limbah yang ada di Laut Jawa dan Samudera Indonesia akan berkurang. Jadi gak ada lagi lumba-lumba dan makhluk laut yang lain keracunan.

Let’s pedal our bike, guys!!!

Hari ini adalah Hari Bersepeda ke Kantor (di Amerika Utara). Aku ikut berpartisipasi dengan bersepeda ke sekolah pagi ini. Sayang, Hari Bersepeda ke Kantor tidak populer di Indonesia.

Sekarang, aku gak capek banget setelah bersepeda. Mungkin karena aku sudah biasa bersepeda jauh.

Semoga sebagian besar masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi dalam Hari Bike to Work tahun depan.

Go Green, Depok!

Hari ini aku membuka twitter ANTARA News. Aku membaca berita yang sangat membuatku gembira:

Depok Akan Bangun Jalur Sepeda

YAY!!!!! Akhirnya doaku dikabulkan!!! Walaupun baru rencana, aku senang. Aku akan mendukung rencana itu sepenuh hati!!! Semoga rencana ini direalisasikan oleh Pemerintah Kota Depok.

Menurut Nur Mahmudi Ismail, Wali Kota Depok, jalur sepeda baru bisa digunakan tahun 2011.

Untuk berita selengkapnya, klik di sini.

Aa~ How much did we actually hurt our living Earth?

Hari ini tanggal 22 April. Dan hampir semua penduduk di dunia ini tahu kalau hari ini adalah “Earth Day”.

Dan selama bulan April ini, tema blog ini berwarna hijau dengan banner yang berganti setiap pekan.

Sebenarnya apa sih “Earth Day”?

Menurut Wikipedia Indonesia, Earth Day (Hari Bumi) adalah:

Hari Bumi diperingati pada tanggal 22 April secara Internasional Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator USA Gaylord Nelson tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan selatan. PBB sendiri merayakan hari bumi pada 20 Maret sebuah trdisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat diatas khatulistiwa yang sering disebut Maret Equinox.

Meaningless? Ya. Seharusnya, untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi, gak cuma tanggal 22 April. Kalau aku sih menjadikan bulan April (tepatnya Earth Day) sebagai alasan untuk mengganti banner.

Saat aku melihat Wikipedia, ternyata ada banyak hari peringatan lingkungan.

  • Hari Peringatan Laut dan Samudera nasional - 15 Januari
  • Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day)- 2 Februari
  • Hari Air Sedunia (World Day for Water) - 22 Maret
  • Hari Meteorologi Sedunia - 23 Maret
  • Hari Bumi (Earth Day))- 22 April
  • Hari Penanaman Pohon (Arbor Day) – Jumat terakhir di bulan April
  • Hari Burung Migratori Internasional (International Migratory Bird Day) - 3 Mei
  • Hari Surya3 Mei
  • Hari Biodiversitas Dunia (World Biodiversity Day)- 22 Mei
  • Hari Bersepeda Ke Kantor (Bike-to-Work Day) – Jumat Ketiga di bulan Mei
  • Hari Anti Tembakau Internasional31 Mei
  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia PBB (UN World Environment Day)5 Juni
  • Hari Melawan Desertifikasi dan Kekeringan Dunia PBB (UN World Day to Combat Desertification and Drought)- 17 Juni
  • Hari Populasi Dunia PBB (UN World Population Day)- 11 Juli
  • Hari Peringatan Sedunia Untuk Mempertahankan Lapisan Ozon (International Day for the Preservation of the Ozone Layer)- 16 September
  • Hari Emisi Nol (Zero Emissions Day) – 20 September
  • Hari Bebas Mobil (Car Free Day) – 22 September
  • eDay4 Oktober di 2008
  • Hari Habitat Dunia PBB (UN World Habitat Day) – Senin pertama di bulan Oktober
  • Hari Peringatan Pengurangan Bencana Alam Dunia (International Day for Natural Disaster Reduction) – Rabu Kedua di bulan Oktober
  • Hari Aksi Iklim Dunia (International Day of Climate Action) – 24 Oktober
  • Hari Peringatan Sedunia untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata (International Day for Preventing the Exploitation of the Environment in War and Armed Conflict) - 6 November
  • Hari Pohon21 November
  • Hari Tanah Sedunia (World Soil Day) - 5 Desember
  • Hari Gunung Sedunia (International Mountain Day) - 11 Desember
  • Hari Aksi Ozon (Ozone Action Day) – Pada waktu tertentu di musim panas

Sumber: EnglishWiki & IndonesianWiki

Kalau dipikir-pikir, penting gak sih membuat hari peringatan lingkungan? Orang-orang yang membuat hari peringatan lingkungan pasti cuma mencari alasan untuk mengisi waktu luang / menghabiskan uang…


The ultimate female biker

Hari ini aku bersepeda ke sekolah. Capek sih, tapi aku senang. Setidaknya aku pernah bersepeda ke 109 walau cuma sekali. Hmmm…. Kenapa aku gak naik sepeda dari kelas XI ya? Agak menyesal juga nih. Soalnya aku baru bersepeda ke sekolah selama SMA baru satu kali dan itu pun saat aku hampir lulus. Tapi gak apa-apa, yang penting aku pernah melakukan hal yang segila ini.

Kali ini aku pakai sepeda Bridgestone. Lumayan berat! Dahon Curve D3 masih lebih ringan daripada Bridgestone. Mengayuhnya butuh perjuangan! Apalagi saat aku melewati Jalan Juanda yang tanjakannya curam. Hhhh…. Rasanya sangat melelahkan. Apalagi aku melewati Jalan Juanda saat matahari masih di atas kepala.

Tiba-tiba aku teringat aku pernah bersepeda ke sekolah saat aku kelas 2 SMP. Itu juga ada alasannya sih. Bia dibilang alasan yang sangat konyol.

Continue reading

Hari yang cerah untuk jiwa yang mengantuk

Cuaca di Jakarta pagi ini sangat pas untuk tidur. Udara dingin dan kelasku adem. Suasananya sangat mendukung untuk tidur. Ditambah lagi, hari ini pelajaran Bu Yusi (Bahasa Indonesia). Aku pasti makin mengantuk. Oya. Hari ini di sekolah mati lampu untuk ratusan kalinya. Mungkin tenaga listriknya tidak bisa mencukupi kebutuhan sekolah. Wajar kalau setiap kelas di SMAN 109 Jakarta tidak dipasang AC.

Ngomong-ngomong soal AC. Kalau semua sekolah di Jakarta dipasang AC setiap kelas, bukannya itu sama saja mendukung pemanasan global ya. Bukannya AC yang menyebabkan lapisan Ozon makin menipis?
Hmm… Kalau aku sudah pulang sekolah, aku harus cari info tentang pemanasan global dan lapisan Ozon di Wikipedia. Mungkin aja ini bisa dijadikan tema esai untuk tugas Bahasa Indonesia.

Dahon Curve D3

Dahon Curve D3

Dahon Curve D3

Hari Sabtu kemarin, aku membeli sepeda lipat dengan ayahku di Rodalink (toko sepeda yang cukup terkenal di Indonesia). Tentu saja yang ingin kubeli adalah sepeda lipat Dahon! Aku tahu sepeda ini dari ayahku.  Dan aku juga pernah melihat orang-orang (bapak-bapak pegawai kantoran yang umurnya sekitar 25-35 tahun) pakai sepeda ini di Jalan Raya Margonda.  Ayahku cerita kalau temannya pakai sepeda lipat Dahon. Ada juga sih yang pakai Polygon. Mereka naik sepeda sampai stasiun, lalu mereka lipat sepedanya dan naik kereta.

Dahon Curve D3 (Folded)

Dahon Curve D3 (Folded)

Harganya lumayan terjangkau kok! Memang harganya termasuk mahal jika dibandingkan sepeda lipat buatan Polygon. Tapi, sepeda Dahon ini termasuk barang yang bagus.

Coba kalian pikir, dengan uang 10 juta, kalian bisa dapat 2 buah sepeda Dahon yang paling murah! Selain ramah lingkungan, kita bisa olahraga setiap hari! So, gak usah beli motor yang menambah polusi!

Oya. Harga Dahon Curve D3 ini $599 kalau kalian beli di situs resminya.  Kalau beli di Rodalink di Margonda Depok, harganya Rp 4.950.000,00.  Kalau ingin yang lebih murah, lebih baik beli yang Polygon. Harga sepeda Polygon yang paling murah (Polygon Metro) Rp 2,375,000.

Spesifikasi Dahon curve D3:

  • Speeds: 3
  • Weight: 11.5 kg (25.4 lb)
  • Folding Time: 15 sec
  • Folded Size: 34 x 67 x 64 cm (13.3″ x 26.1″ x 25″)
  • Wheels: 16 inch