24: 3600000 mosaics

Featured

31 Januari 2015. Depok masih didatangi hujan dan dingin.

Mulai hari ini, umur gue 24 tahun. Dan entah ada yang sadar atau gak? 31 Januari kali ini terasa lebih sepi. Mungkin karena gue udah lama gak komunikasi sama teman-teman. Walau begitu, untuk siapapun yang terdampar di post ini, patik persembahkan dua puluh empat karya patik yang biasa saja. Patik harap Tuan suka.

B型からの贈り物


 

Terima kasih untuk dua orang bergolongan darah B. Tiada mungkin patik dapat membalas kebaikan Tuan sekalian. Patik hanya bisa doakan kalian berdua diberi kemudahan oleh Allah subhana wa ta’ala.

Terima kasih. Alangkah senangnya patik saat membuka bingkisan dari kalian. Patik kira tiada orang yang mengingat tanggal 31 Januari.

Sekali lagi. Terima kasih.

tablet: the real talenan


DSCN0713

Ini adalah prototype tablet. Percayalah.

Beberapa waktu yang lalu gue lihat laki-laki umur40-an di angkot lagi telepon seseorang pakai smartphone (atau tablet? Soalnya ukurannya gede.) Samsung. Gue gak tau namanya apa, tapi yang jelas smartphone itu mengingatkan gue dengan talenan punya nyokap di rumah yang warnanya hijau.

Karena penasaran, gue ukurlah talenan hijau itu. Coba tebak ukurannya.

Yup. 15 cm x 24,5 cm.

Ukurannya gak jauh beda sama GALAXY Tab S 10.5″, yaitu 17,73 cm x 24,73 cm. Gue cek juga ukuran iPad mini 3. Lebih kecil dari talenan nyokap sih, tapi ukurannya gak beda jauh. 13,47 cm x 20 cm.

Gegara mikirin hal ini, gue baru sadar satu hal. Warna tablet dan smartphone gak ada yang menarik. Rata-rata warnanya putih atau hitam. Warna talenan nyokap gue aja lebih bagus daripada casing smartphone atau tablet cuy!

Aih. Bahkan warna casing hape jadul aja lebih keren dan bervariasi.

balada 600807


Percakapan sama nyokap tempo hari

F: Ummi, kalau gue S2 di luar negeri, harus nikah dulu ya?
U: Ya iyalah.
(jeda sebentar)
U: Emang kuat tinggal di sana pas musim dingin? Masuk ruangan AC aja lo udah bersin-bersin.
F: (diem)

Ah iya. Gue lupa kalau gue punya asma sama alergi dingin (dan debu). Tiap musim hujan aja, asma gue kambuh.

 

 

Aih. Seriusan kagak ada fonetik forensik di Indonesia nih?

janus yang dikutuk matahari


 

0101

Langit pertama di 2015

1 Januari. Suhunya 18 derajat Celsius di Depok. Mendung.

Apa itu “Happy New Year”? Semalam, gue dan ortu gak bisa tidur dari jam 10 gegara kembang api dan petasan. Duli. Rasanya gue ingin menyuruh mereka yang menyalakan kembang api untuk melakukan celur. Graw. Tahun baru akan lebih happy kalau gue dan orang tua gue bisa melaluinya dengan tenang.

Yah. Karena gue mau melalui tahun baru dengan cara yang anti-mainstream, gue kerjakanlah S yang tidak perlu dijelaskan. Namun, cuma bertahan sejam. Gue malah main Rage of Bahamut.

Ah iya. Tahun sebelumnya, gue sibuk bikin resolusi. Sekarang? Asal skripsi gue kelar dan gue dapat kerja, gue udah bahagia.

Anyway, gue berharap tahun ini lebih baik daripada tahun lalu.

2014 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 12,000 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Warkat Tiada Beramplop


DSCN0629

Abaikan KBBI II di bawahnya.

Hai. Gue lagi punya hobi baru, yaitu cetak foto yang gue potret dan desain yang gue buat. Gue cetak dalam bentuk pembatas buku dan kartu pos. Pembatas bukunya gue jual. Harganya Rp10.000,00 per 3 pembatas buku. Kata teman gue harganya murah banget. Tapi mau gimana lagi. Gue ingin semua orang pakai pembatas buku gue.

Kartu posnya gak gue jual. Gue berniat untuk kirim ke teman-teman kuliah gue.Salah satunya udah gue kirim ke Suci.

Ngomong-ngomong soal pos, gue rada bete karena desain perangko sekarang gak sebagus dulu. Gak terasa keklasikannya. Duli. Gue ingin perangko dengan ilustrasi ikan belida.

Nah. Satu kartu pos telah dikirm. Kartu pos mana yang akan gue kirim berikutnya?

Hujan Bulan November


Hai. Sekarang sudah bulan November. Musim hujan sudah datang. Bakung jingga bermekaran lagi di UI. Rumput-rumput di sisi danau yang tadinya berwarna kekuningan menjadi hijau lagi. Perubahan ini memang menyenangkan.

Bicara soal perubahan, gue berpikir untuk merombak blog ini. Gegara tulisan Kak Melody yang gue re-blog sebelumnya, gue kepingin jadikan blog ini sebagai tempat latihan gue untuk menerjemahkan. It’s not a bad idea, right?

Gue berpikir untuk menjadi penerjemah lepas. Yah. Karena gue berpikir bahwa menerjemahkan teks itu menyenangkan. Sama halnya dengan mengalihaksarakan naskah Melayu klasik.

Kalau gue jadi penerjemah lepas, gue gak harus menjalani kehidupan pegawai pada umumnya: bangun pagi, desek-desekan di kereta, pulang malam, kelelahan dan kekesalan atas kemacetan di Tole Iskandar, harus pakai baju yang rapi. Gue gak mau seperti itu. Gue paling malas terikat dengan sesuatu. Lagipula masih ada mimpi lain yang belum gue wujudkan.

Ya. Gue belum keliling dunia dengan Dahon gue plus gue belum motret maple di musim gugur.